Assalamu'alaikum.........

selamat datang di blog saya *haris ilmawati*...:) dengan adanya blog ini saya sangat,sangat,sangaatt berharap bisa memberikan manfaat,menambah wawasan,mencurahkan pengetahuan, berbagi pengalaman...dan tentu saja mendapat nilai A+ dari pak dosen*sedikit melirik*..hehehe


Sabtu, 21 Januari 2012

I Believe

Malam ini saya mendapatkan puisi yg sangat menarik...*makasi ukh,best regard for u :)

Saya share sebagai sebuah apresiasi dan dukungan semoga apa yang dituliskan ini menjadi bahan renungan bahwa sebuah kepercayaan memang suatu kata yang mengandung makna yang luar biasa. Bagaimana tidak? dengan kepercayaan yang diberikan, biasanya apapun yang dilakukan bisa dibenarkan.Jadi bagi yang sekarang diberikan kepercayaan baik dari keluarga, perusahaan, sahabat atau dari siapapun tentunya harus kita jaga dengan tanggung jawab, ketulusan serta keikhlasan. Setiap permasalahan tentu ada solusinya istilah yang ada mungkin seperti ini, sesuatu penyampaian yang pahit jika disampaikan dengan manis tentu akan mudah diterima sehingga yang terasa pahit bisa menjadi sedikit manis. :)

Terlalu Nyata…

Terngiang malam itu..
Malam di saat aku benar-benar mulai percaya kembali pada cinta..
Malam di saat aku mulai merasa hangatnya rasa sayang…
Di tambah salam saat ku menyambut sesuatu bernama pagi..
Atau cukup kata-kata semangat dari sosok matahariku…
Ah..
Sangat indah rangkaian kenangan-kenangan itu..
Bahkan terlalu indah untuk hati yang sangat rapuh ini..
Hati yang selama ini kupikir mati..
Hati yang terlalu banyak tersakiti hingga tak bisa merasa lagi..
Sampai rasa hangat itu mengalir..
Aku masih tak percaya bisa merasa lagi..
Tak percaya jantung bisa berdegup hanya dengan sedikir sinarmu..
Matahariku..
Senyumku..
Tapi..
Suatu malam..
Saatnya…
Aku menyadari Matahariku ternyata bukan milikku..
Dia milik dunia!
Dia milik bumi !
Diapun membantu si bulan bersinar…
Dia menyeimbangkan adanya aku,bulan dan dunia..
Hanya aku yang terlalu egois menginginkan matahariku..
Hanya aku yang tak bisa mendegar atau pura-pura tak mendengar..
Bisikan ? bisikan bulan dan bumi yang mulai jengah..
Entah karena hati yang terlalu bernyanyi..
Atau karena aku merusak keseimbangan itu..
Terlalu nyata..
Untuk hati yang rapuh ini..
Terlalu nyata..
Untuk hati yang mulai bisa merasa..
Terlalu nyata..
Untuk aku..
Pasti butuh waktu..
Harian..
Mingguan..
Bulanan..
Tahunan..
Entah,berapa lama utnuk menyesuaikan keseimbangan ini..
Tapi hanya satu yang kutahu,
Aku hanya punya satu matahari…
Aku mau matahariku bersinar..
Meski sinar itu bukan untukku..
Sinar itu milik bumi dan bulan…
Aku yakin ini kebahagiaan Matahari..
Melengkapi bulan..
Atau menyinari bumi..
Tentu aku bahagia saat matahari bahagia..
Tentu aku bahagia saat keseimbangan itu tercipta..
Meski aku harus kehilangan hati lagi..
Kehilangan rasa lagi..
Selamat jalan matahari..
Selamat jalan senyumku..
Berbahagialah..
Karena kau pantas bahagia.

02.00
In my room
Best love,

Selasa, 17 Januari 2012

ILMU ALAMIAH DASAR


Ciptaan Allah di alam semesta ini tiada yang sia-sia, semuanya diciptakan berdasarkan desain dan akurasi yang sempurna. Disebutkan dalam surat al-Furqon ayat 2, “Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”

Melalui alam semesta manusia memeroleh isyarat dan petunjuk dari benda-benda angkasa disebabkan adanya pergerakan dan peredaran dari benda langit ini. Bintang, matahari, rembulan dan seluruh planet dan satelitnya berputar disekitar alam dengan melalui jalur yang telah ditentukan Allah.

Panas yang diciptakan Allah pada matahari terukur dengan presisi yang amat tinggi. Panas ini berubah dari pagi dan siang hari serta bermanifestasi seiring dengan pergantian musim. Panas matahari juga bervariasi di antara waktu fajar dan tengah hari tanpa melalui batas ekstrim yang telah ditentukanNya.

Coba sesaat kita bayangkan, apa yang akan terjadi apabila panas matahari melampaui batas yang telah ditetapkan. Seluruh isi bumi ini akan hangus terbakar olehnya. Sebaliknya, apabila panas ini berkurang dari ketentuanNya, pasti akan membekulah bumi dan semua yang ada di dalamnya. Kalau itu yang terjadi, tentu kehidupan ini akan berakhir sama sekali!

Diantara keagungan hikmah yang terkandung adalah diciptakannya galaksi-galaksi yang menjaga kestabilan alam sampai pada batas waktu yang telah ditetapkan. Kestabilan ini berlangsung tanpa henti dan tanpa perubahan. Seandainya saja posisi satelit dan bintang-bintang berubah adakah kekuatan dan kemampuan yang  memperbaikinya kecuali Allah SWT?
Perubahan yang kita bayangkan itu seandainya benar-benar terjadi, maka pastilah akan timbul dampaknya pada bumi, sebab kestabilan bumi tempat manusia, hewan dan tumbuhan hidup tak dapat dipisahkan  dari kestabilan tata surya alam semesta. Yang pasti dan jelas, semua persoalan yang terjadi di alam semesta ini berjalan sesuai dengan kehendak dan iradah serta kekuasaan Allah, Zat Yang Maha Pengatur! AturanNya tidak mengalami penyusutan dan perubahan serta tidak melanggar ketentuan waktu yang telah digariskan.

Di dalam surat al-Anbiyaa’ ayat 33 Allah menegaskan bagaimana Dia telah menciptakan malam dan siang, matahari dan rembulan, yang masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. Perhatikan pula bagaimana Allah memperjelas hal ini di dalam surat Yaa Siin ayat 39:
ÙˆَالْÙ‚َÙ…َرَ Ù‚َدَّرْÙ†َاهُ Ù…َÙ†َازِÙ„َ Ø­َتَّÙ‰ عَادَ Ùƒَالْعُرْجُونِ الْÙ‚َدِيمِ
Allah menetapkan jarak-jarak tertentu bagi peredaran bulan, sehingga pada setiap jarak tersebut ia mengalami perubahan, baik dalam bentuk, ukuran dan kekuatan sinarnya. Mula-mula bulan timbul kecil dengan cahaya yang lemah. Kemudian ia berubah menjadi bulan sabit dengan wajah melengkung dan sinar yang lebih terang. Akhirnya bentuk rembulan pun menjadi semakin sempurna, bulat purnama dengan sinar kemilau menerangi alam semesta.

Kemudian, pada ayat berikutnya Allah menegaskan sunnatullah yang demikian akuratnya sehingga tidaklah mungkin terjadi geseran atau tabrakan antara matahari dan rembulan, atau datangnya malam mendahului siang. Semuanya berjalan menurut dan sejalan dengan apa yang Ia tetapkan. Benda-benda angkasa ini senantiasa bergerak menurut manzilahnya yang telah diatur Allah dengan ketepatan yang luar biasa!
Alangkah tiada berartinya kemampuan manusia jika dibandingkan dengan kemampuan Allah. Pengaturan lalu lintas di muka bumi diatur dengan segala bentuk peralatan dan peringkat canggih, rambu-rambu dan polisi terlatih, namun yang terjadi, kecelakaan lalu lintas tiada hentinya terjadi dengan korban besar baik jiwa atau pun harta benda.
Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi, di ruang angkasa, di kedalaman tanah dan samudra akan selalu berada di bawah ilmu dan kekuasaan Allah. Tak satu pun dari peristiwa alam semesta yang luput dari pengawasanNya. Bukankah Dia tahu setiap helai daun yang terlepas dan jatuh ke tanah? Maha Sucilah Allah...

Jumat, 13 Januari 2012

Klasifikasi Media Pembelajaran Dalam Pendidikan

Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi), media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media, yang mengarah kepada pembuatan taksonomi media pendidikan/pembelajaran.
Usaha-usaha ke arah taksonomi media tersebut telah dilakukan oleh beberapa ahli. Rudy Bretz, mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara, visual (berupa gambar, garis, dan simbol), dan gerak. Di samping itu juga, Bretz membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam(recording). Dengan demikian, media menurut taksonomi Bretz dikelompokkan menjadi 8 kategori:
1) media audio visual gerak,
2) media audio visual diam,
3) media audio semi gerak,
4) media visual gerak,
5) media visual diam,
6) media semi gerak,
7) media audio, dan
8) media cetak.
Pengelompokan menurut tingkat kerumitan perangkat media, khususnya media audio-visual, dilakukan oleh C.J Duncan, dengan menyusun suatu hirarki. Dari hirarki yang digambarkan oleh Duncan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa semakin tinggi tingkat hirarki suatu media, semakin rendah satuan biayanya dan semakin khusus sifat penggunaannya. Namun demikian, kemudahan dan keluwesan penggunaannya semakin bertambah. Begitu juga sebaliknya, jika suatu media berada pada hirarki paling rendah. Schramm (dalam Sadiman, dkk., 1986) juga melakukan pengelompokan media berdasarkan tingkat kerumitan dan besarnya biaya. Dalam hal ini, menurut Schramm ada dua kelompok media yaitu big media (rumit dan mahal) dan little media (sederhana dan murah). Lebih jauh lagi ahli ini menyebutkan ada media massal, media kelompok, dan media individu, yang didasarkan atas daya liput media.
Beberapa ahli yang lain seperti Gagne, Briggs, Edling, dan Allen, membuat taksonomi media dengan pertimbangan yang lebih berfokus pada proses dan interaksi dalam belajar, ketimbang sifat medianya sendiri. Gagne misalnya, mengelompokkan media berdasarkan tingkatan hirarki belajar yang dikembangkannya. Menurutnya, ada 7 macam kelompok media seperti: benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar. Briggs mengklasifikasikan media menjadi 13 jenis berdasarkan kesesuaian rangsangan yang ditimbulkan media dengan karakteristik siswa. Ketiga belas jenis media tersebut adalah: objek/benda nyata, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film bingkai, film (16 mm), film rangkai, televisi, dan gambar (grafis).
Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka media pembelajaran pun mengalami perkembangan melalui pemanfaatan teknologi itu sendiri. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, Arsyad (2002) mengklasifikasikan media atas empat kelompok:
1) media hasil teknologi cetak,
2) media hasil teknologi audio-visual,
3) media hasil teknologi berbasis komputer, dan
4) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Seels dan Glasgow (dalam Arsyad, 2002) membagi media ke dalam dua kelompok besar, yaitu: media tradisional dan media teknologi mutakhir. Pilihan media tradisional berupa media visual diam tak diproyeksikan dan yang diproyeksikan, audio, penyajian multimedia, visual dinamis yang diproyeksikan, media cetak, permainan, dan media realita. Sedangkan pilihan media teknologi mutakhir berupa media berbasis telekomunikasi (misal teleconference) dan media berbasis mikroprosesor (misal: permainan komputer dan hypermedia).
Dari beberapa pengelompokkan media yang dikemukakan di atas, tampaknya bahwa hingga saat ini belum terdapat suatu kesepakatan tentang klasifikasi (sistem taksonomi) media yang baku. Dengan kata lain, belum ada taksonomi media yang berlaku umum dan mencakup segala aspeknya, terutama untuk suatu sistem instruksional (pembelajaran). Atau memang tidak akan pernah ada suatu sistem klasifikasi atau pengelompokan yang sahih dan berlaku umum. Meskipun demikian, apapun dan bagaimanapun cara yang ditempuh dalam mengklasifikasikan media, semuanya itu memberikan informasi tentang spesifikasi media yang sangat perlu kita ketahui. Pengelompokan media yang sudah ada pada saat ini dapat memperjelas perbedaan tujuan penggunaan, fungsi dan kemampuannya, sehingga bisa dijadikan pedoman dalam memilih media yang sesuai untuk suatu pembelajaran tertentu.

Pembelajaran Melalui Online Learning atau E-Learning


Dewasa ini kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terus berkembang pesat dan canggih. Kontribusinya sudah dapat dirasakan oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak kecil sampai orang tua bahkan para lansia dapat menggunakan alat-alat elektronik dari yang paling sederhana sampai yang paling mutakhir seperti handphone, laptop, I pod, dan sebagainya. Dunia pendidikan pun tidak boleh menyia-nyiakan hal tersebut. Para pendidik harus pandai-pandai memanfaatkan segala jenis produk teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan digunakan sebagi media pembelajaran yang dapat merekontruksi pembelajaran kepada peserta didik.
 
Salah satunya adalah pembelajaran dengan menggunakan online learning atau biasa juga disebut electronic learning (e-learning). E-learning merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan computer dan media berbasis computer.Sistem pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu metode instruksional antara pengajar dan pelajar untuk memberikan kesempatan belajar tanpa dibatasi oleh kendala waktu, ruang dan tempat serta keterbatasan sistem pendidikan tradisional. Pada sistem pembelajaran jarak jauh, pelajar tidak perlu datang kuliah, mendengarkan pengajar mengajar dan aktivitas pembelajaran konvensional lainnya. Siswa dapat belajar di rumah, mengerjakan soal-soal latihan. pembelajaran on-line adalah bagian dari pembelajaran berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya Internet, intranet, dan extranet. Lebih khusus lagi Rosenberg (dalam Surjono, 2007) mendefinisikan e-learning sebagai pemanfaatan teknologi Internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran, sehingga siswa dapat mengakses dari mana saja.
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer, dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Di antara banyak fasilitas internet, ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW).


PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

Untuk memilih media yang akan digunakan dalam pembelajaran, perlu dipertimbangkan beberapa factor diantaranya :
  • Tujuan pembelajaran
  • Pembelajar
  • Ketersediaan
  • Ketepatgunaan
  • Biaya
  • Mutu teknis
  • Kemampuan SDM
Sedangkan untuk penggunaan media, secara umum ada 4 langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
  1. Persiapan sebelum menggunakan media
  2. Pelaksanaan penggunaan media
  3. Evaluasi
  4. Tindak lanjut
Smaldino dkk (2005) mengemukakan model ASSURE dalam penggunaan media, yang merupakan akronim dari : Analyze Learner Characteristic (menganalisis karakteristik pembelajar), State Objective (menyatakan tujuan), select methods, media, and materials (memilih metode,media,dan materi), utilize media and materials (memanfaatkan media dan materi), require learner participation (meminta partisipasi siswa), evaluate (mengevaluasi).

Kamis, 12 Januari 2012

Pengembangan Media Sederhana

Pengembangan media sederhana yang akan dibahas disini adalah media grafis. Mengapa harus media grafis? Karena mudah dibuat sendiri oleh guru. Grafis adalah semua bahan ilustratif yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau buah pikiran kepada orang lain. tergolong media ini adalah berbagai media visual yang tidak diproyeksikan antara lain: gambar, bagan, diagram, grafik, poster, dan lain-lain.
Prinsip-prinsip umumuntuk mendesain media tersebut adalah :
1.       Kesederhanaan (simplicity)
2.       Kesatuan (unity)
3.       Penekanan (emphasis)
4.       Keseimbangan (balance)
Sedangkan alat-alat visual yang dapat membantu keberhasilan penggunaan media tersebut adalah:
1.       Garis
Suatu garis dalam media visual dapat menghubungkan unsure-unsur  bersama dan akan membimbing untuk mempelajari media tersebut dalam suatu urutan tertentu.
2.       Bentuk
Suatu bentuk yang tidak biasa (aneh) dapat menimbulkan suatu perhatian khusus pada sesuatu yang divisualisasikan.
3.       Ruang
Ruang terbuka di sekeliling unsure-unsur visual dan kata-kata akan mencegah kesan berjejal dalam suatu media visual. Kalau ruang itu digunakan dengan cermat, maka unsure-unsur yang dirancang menjadi efektif.
4.       Tekstur
Tekstur adalah unsure visual yang dijadikan sebagai pengganti sentuhan rasa tertentu dan dapat juga dipakai sebagai pengganti warna, memberikan penekanan, pemisahan, atau untuk meningkatkan kesatuan.
5.       Warna
Warna merupakan unsure tambahan terpenting dalam media visual, tetapi harus digunakan secara berhati-hati untuk memperoleh pengaruh yang terbaik. Pilihlah warna-warna yang merupakan unsure kesatuan  harmonis sebab terlampau banyak warna yang berbeda akan mengganggu pandangan dan dapat menimbulkan perbedaan persepsipada pesan yang dibawakan.

Senin, 02 Januari 2012

Radio Sebagai Media Audio Pembelajaran

Radio merupakan satu di antara banyak media yang dapat dipergunakan sebagai media komunikasi massa. Dengan adanya revolusi di bidang elektronika serta dengan adanya produksi pesawat radio secara besar-besaran, maka radio menjadi media yang relatif murah dan terjangkau oleh segala lapisan masyarakat. Goody dan Watt, seperti yang dikutip oleh Jamison dan Mc Anany, mengatakan bahwa radio merupakan bentuk inovasi komunikasi yang potensial. Ahli lain mengatakan tak ada media lain (selain radio dan televisi) yang dapat meraih sedemikian banyak orang secara serentak, atau yang memiliki daya tarik yang demikian langsung dan intim. Sebagai suatu media, audio mempunyai beberapa kelebihan jika jika dibandingkan dengan media lain, yaitu: 1.Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV 2.Sifatnya mudah dipindahkan, dipindah dari satu ruang keruang yang lain 3.Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio dapat mengatasi problem jadwal karena program dapat direkam dan dapat diputar lagi sesuka kita 4.Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak 5.Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar 6.Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya 7.Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa 8.Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan 9.Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh guru 10.Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkaunnya luas. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, sebagai media pendidikan radio mempunyai kelemahan kelemahan pula, antara lain: 1.Sifat komunikasinya hanya satu arah 2.Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrolnya 3.Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah integrasi siaran radio kedalam kegiatan belajar mengajar dikelas sering kali menyulitkan Radio Sebagai Media Audio dalam Pembelajaran. Radio merupakan satu di antara banyak media yang dapat dipergunakan sebagai media komunikasi massa. para pendengar siaran radio tidak dituntut untuk memiliki keterampilan tertentu, atau pengetahuan tertentu. Orang yang buta aksarapun dapat memanfaatkan radio sesuai dengan keinginannya. Apabila pendengar tidak menyukai suatu program siaran, ia bisa dengan segera memindahkan gelombang radio ke stasiun pemancar lain yang diinginkan, atau mematikan radionya. Keadaan yang demikian dapat terjadi karena pendengar radio memiliki pilihan, yaitu pilihan terhadap program siaran yang diminati, dan pilihan terhadap stasiun pemancarnya. Radio dapat dimanfaatkan sebagai alat hiburan, alat untuk mencari informasi, alat untuk menambah pengetahuan. Radio memberikan program siaran yang bersifat hiburan, misalnya siaran musik/lagu, sandiwara radio, kesenian, atau acara hiburan yang lain, siaran-siaran berita, baik siaran berita daerah, berita regional, berita nasional maupun berita internasional, siaran-siaran pendidikan, misalnya siaran pendidikan agama, siaran pedesaan, siaran pendidikan, misalnya siaran pendidikan agama, siaran pedesaan, siaran pendidikan luar sekolah, siaran untuk penataran guru, siaran universitas terbuka, dan sebagainya.